Label

Selasa, 03 Mei 2016

Anak berbakat




Pada umumnya, banyak anak atau orang-orang seusia kita yang ingin menjadi “Si Genius”. Secara psikologis anak berbakat memiliki kemampuan emosi yang unggul dan secara sosial pada umumnya mereka adalah anak-anak yang populer serta lebih mudah diterima (Gearheart, Heward,1980). Karena, mayoritas anak berbakat yang memiliki kelebihan khusus akan menjalani tumbuh kembang yang berbeda dibanding anak seusianya. Ada juga yang berpendapat bahwa; Anak berbakat ialah anak yang menunjukkan fakta adanya kemampuan penampilan yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, seni, kapasitas kepemimpinan, atau bidang-bidang akademik khusus, dan yang memerlukan pelayanan-pelayanan atau aktivitas yang tidak biasa disediakan oleh sekolah biasa agar tiap kemampuan berkembang secara penuh (Clark, 1983 : 5).
Perkembangan anak berbakat bisa dilihat saat anak usia dini. Ketika berusia 0-2 tahun, dia lebih suka memainkan mainan untuk anak usia 6-7 tahun. Ada pula anak berumur 3 tahun saat bermain seperti anak seusianya, saat membaca seperti anak usia 10 tahun, saat mengerjakan soal matematika seperti anak berusia 12 tahun dan berbicara seperti anak usia 5 tahun. Yang perlu dipahami adalah bahwa anak berbakat umumnya tidak hanya belajar lebih cepat, tetapi juga sering menggunakan cara yang berbeda dari teman-teman seusianya. Di samping itu, anak berbakat istimewa biasanya memiliki kemampuan menerima informasi dalam jumlah yang besar sekaligus. Jika ia hanya mendapat sedikit informasi, maka ia akan cepat menjadi “kehausan” akan informasi. Hal ini tidak jarang membuat guru di sekolah mengalamai kesulitan, bahkan sering merasa terganggu dengan anak-anak seperti itu.
Anak berbakat secara umum dipandang sebagai seorang yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi. Kecenderungan yang terjadi pada anak berbakat adalah ketertarikan pada hal yang rumit seperti matematika, sains dan musik adalah contoh umum dari kemampuan anak berbakat. Agar kita bisa lebih mengetahui seperti apa anak berbakat, berikut beberapa ulasannya:

A.    Persyaratan Anak Berbakat

1.      High Potential Ability (Kecerdasan Tinggi) Standard yang ditetapkan untuk anak berbakat oleh Diknas tahun 2003 adalah 140 . Kalau hasil tes menunjukkan IQ anak mencapai 140 ke atas, maka anak itu otomatis disebut gifted child. Tetapi kemudian muncul pembagian tertentu untuk anak berbakat dilihat dari IQnya. Keberbakatan ringan (IQ 115 – 129), keberbakatan sedang (IQ 130 – 144), keberbakatan tinggi (IQ 145 ke atas).
2.      Task Commitment adalah sejauh mana tanggung jawab dalam meyelesaikan tugas. Tidak hanya tugas dari sekolah tapi juga tugas di rumah. Task commitment dapat diukur melalui tes tertentu yang hanya boleh dilakukan oleh psikolog. Task commitment ini mencakup tanggung jawab, motivasi, keuletan, kepercayaan diri, memiliki tujuan yang jelas sebelum melakukan sesuatu dan kemandirian.
3.      Kreativitas bisa diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru atau kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari yang sudah ada. Kreativitas dapat dinilai dari 4 hal, produk, pribadi, proses dan pencetus / penghambat. Suatu produk dikatakan kreatif kalau produk itu baru, berbeda dari yang sudah ada, lebih baik dari yang lain dan tentu saja berguna. Sifat pribadi kreatif yang lain adalah terbuka pada hal-hal baru, punya rasa ingin tau yang besar, ulet, mandiri, berani mengambil resiko, berani tampil beda, percaya diri dan humoris.

Anak berbakat ialah anak yang memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat ini dan mengaplikasikan dalam setiap tindakan yang bernilai. Anak-anak yang mampu mewujudkan ketiga sifat itu masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan yang luas dan pelayanan yang berbeda dengan program-program pengajaranyan reguler (Swssing, 1985). Pengertian lain menyebutkan bahwa anak gifted adalah anak yang mempunyai potensi unggul di atas potensi yang dimiliki oleh anak-anak normal. Para ahli dalam bidang anak-anak gifted memiliki pandangan sama ialah keunggulan lebih bersifat bawaan dari pada manipulasi lingkungan sesudah anak dilahirkan.

B.     Karakteristik Anak Berbakat

1)      Karakteristik Anak Berbakat Istimewa (GIFTED CHILD)
Anak-anak berbakat istimewa secara memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik ini mencakup beberapa domain penting, seperti domain intelektual-koginitif, domain persepsi-emosi, domain motivasi dan nilai-nilai hidup, domain aktifitas, serta domain relasi sosial. Beberapa karakteristik yang paling sering diidentifikasi terdapat pada anak berbakat istimewa pada masing-masing domain diatas. Namun, tidak semua anak-anak berbakat istimewa (gifted) selalu menunjukkan atau memiliki semua karakteristik yang disebutkan di dalam daftar ini.

2)      Karakteristikintelektual-Kognitif
1.      Menunjukkan atau memiliki ide-ide yang orisinal, gagasan-gagasan yang tidak           lazim, pikiran-pikiran kreatif.
2.      Mampu menghubungkan ide-ide yang nampak tidak berkaitan menjadi suatu konsep yang utuh.
3.      Menunjukkan kemampuan bernalar yang sangat tinggi.
4.      Mampu menggeneralisir suatu masalah yang rumit menjadi suatu hal yang sederhana dan mudah dipahami.
5.      Memiliki kecepatan yang sangat tinggi dalam memecahkan masalah.
6.      Menunjukkan daya imajinasi yang luar bisaa.
7.      Memiliki perbendaharaan kosakata yang sangat kaya dan mampu mengartikulasikannya dengan baik.
8.      Bisaanya fasih dalam berkomunikasi lisan, senang bermain atau merangkai kata-kata.
9.      Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang diberikan.
10.  Memiliki daya ingat jangka panjang (long term memory) yang kuat.
11.  Mampu menangkap ide-ide abstrak dalam konsep matematika dan/atau sains.
12.  Memiliki kemampuan membaca yang sangat cepat.
13.  Banyak gagasan dan mampu menginspirasi orang lain.
14.  Memikirkan sesuatu secara kompleks, abstrak, dan dalam.
15.  Mampu memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam waktu yang bersamaan dan cepat mengaitkan satu dengan yang lainnya.

3)      Karakteristik Persepsi/Emosi
1.      Sangat peka perasaannya.
2.      Menunjukkan gaya bercanda atau humor yang tidak lazim (sinis, tepat sasaran dalam menertawakan sesuatu hal tapi tanpa terasa dapat menyakiti perasaan orang lain).
3.      Sangat perseptif dengan beragam bentuk emosi orang lain (peka dengan sesuatu yang tidak dirasakan oleh orang-orang lain).
4.      Memiliki perasaan yang dalam atas sesuatu.
5.      Peka dengan adanya perubahan kecil dalam lingkungan sekitar (suara, aroma, cahaya).
6.      Pada umumnya introvert.
7.      Memandang suatu persoalan dari berbagai macam sudut pandang.
8.      Sangat terbuka dengan pengalaman atau hal-hal baru
9.      Alaminya memiliki ketulusan hati yang lebih dalam dibanding anak lain.

4)      Karakteristik Motivasi dan Nilai-Nilai Hidup
1.      Menuntut kesempurnaan dalam melakukan sesuatu (perfectionistic).
2.      Memiliki dan menetapkan standar yang sangat tinggi bagi diri sendiri dan orang lain.
3.      Memiliki rasa ingin tahu dan kepenasaran yang sangat tinggi.
4.      Sangat mandiri, sering merasa tidak perlu bantuan orang lain, tidak terpengaruh oleh hadiah atau pujian dari luar untuk melakukan sesuatu (self driven).
5.      Selalu berusaha mencari kebenaran, mempertanyakan dogma, mencari makna hidup.
6.      Melakukan sesuatu atas dasar nilai-nilai filsafat yang seringkali sulit dipahami orang lain.
7.      Senang menghadapi tantangan, pengambil risiko, menunjukkan perilaku yang dianggap “nyerempet-nyerempet bahaya” .
8.      Sangat peduli dengan moralitas dan nilai-nilai keadilan, kejujuran, integritas.
9.      Memiliki minat yang beragam dan terentang luas.

5)      Karakteristik Aktifitas
1.      Punya energi yang seolah tak pernah habis, selalu aktif beraktifitas dari satu hal ke hal lain tanpa terlihat lelah.
2.      Sulit memulai tidur tapi cepat terbangun, waktu tidur yang lebih sedikit dibanding anak normal.
3.      Sangat waspada.
4.      Rentang perhatian yang panjang, mampu berkonsentrasi pada satu persoalan dalam waktu yang sangat lama.
5.      Tekun, gigih, pantang menyerah.
6.      Cepat bosan dengan situasi rutin, pikiran yang tidak pernah diam, selalu memunculkan hal-hal baru untuk dilakukan.
7.      Spontanitas yang tinggi.

6)      Karakteristik Relasi Sosial
1.      Umumnya senang mempertanyakan atau menggugat sesuatu yang telah mapan.
2.      Sulit melakukan kompromi dengan pendapat umum.
3.      Merasa diri berbeda, lebih maju dibanding orang lain, merasa sendirian dalam berpikir atau pada saat merasakan suatu bentuk emosi.
4.      Sangat mudah jatuh iba, empatik, senang membantu.
5.      Lebih senang dan merasa nyaman untuk berteman atau berdiskusi dengan orang-orang yang usianya jauh lebih tua.

C.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Keberbakatan Seorang Anak

1) Hereditas
Hereditas, adalah faktor yang diwariskan dari orang tua, meliputi kecerdasan, kreatif produktif, kemampuan memimpin, kemampuan seni dan psikomotor. Dalam diri seseorang telah ditentukan adanya faktor bawaan yang ada setiap orang, dan bakat bawaan tersebut juga berbeda setiap orangnya. Branfenbrenner dan Scarr Salaptek menyatakan secara tegas bahwa sekarang tidak ada kesangsian mengenai faktor genetika mempunyai andil yang besar terhadap kemampuan mental seseorang.

2) Lingkungan
Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan anak berbakat ditinjau dari segi lingkungannya (keluarga, sekolah dan masyarakat). Lingkungan mempunyai peran yang sangat besar dalam mempengaruhi keberbakatan seorang anak. Walaupun seorang anak mempunyai bakat yang tinggi terhadap suatu bidang, tanpa adanya dukungan dan perhatian dari lingkungannya seperti, masyarakat tempat dia bersosialisasi, keluarga tempat ia menjalani kehidupan berkeluarga, tempat dia menjalani kehidupan dan mengembangkan keberbakatan itu dapat membantunya dalam mencapai ataupun memeksimalkan bakatnya tersebut.

F. Dampak dari anak berbakat

Ø  Dampak Positifnya
Prestasi anak berbakat dapat ditinjau dari segi fisik, psikologis, akademik dan sosial.
a.       Prestasi fisik yang dapat dicapai oleh anak-anak berbakat ialah mereka memiliki daya tahan tubuh yang prima serta koordinasi gerak fisik yang harmonis (French, 1959). Anak berbakat mampu berjalan dan berbicara lebih awal dibandingkan dengan masa berjalan anak-anak normal (Swanson, 1979).
b.      Prestasi psikologis anak berbakat memiliki kemampuan emosi yang unggul dan secara sosial pada umumnya mereka adalah anak-anak yang populer serta lebih mudah diterima (Gearheart, Heward,1980).
c.       Prestasi akademik, anak berbakat pada dasarnya memiliki sistem syaraf pusat (otak dan spinal cord) yang prima. Oleh karena itu anak-anak berbakat dapat mencapai tingkat kognitif yang tinggi. Menurut Bloom kognitif tingkat tinggi meliputi berfikir aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi dan kognitif tingkat rendah terdiri dari berfikir mengetahui dan komprehensif.

Ø  Selain memiliki keunggulan-keunggulan diatas anak-anak berbakat mempunyai dampak dalam karakteristik yang negative secara umum menurut Swassing yakni:
1.      Mampu mengaktualisasikan pernyataan secara fisik berdasarkan pemahaman pengetahuan yang sedikit
2.      Dapat mendominasi diskusi
3.      Tidak sabar untuk segera maju ke tingkat berikutnya
4.      Suka ribut
5.      Memilih kegiatan membaca dari pada berparfsipasi aktif dalam kegiatan masyarakat, atau kegiatan fisik
6.      Suka melawan aturan, petunjuk-petunjuk atau prosedur tertentu
7.      Jika memimpin diskusi akan membawa situasi diskusi ke situasi yang harus selalu tuntas.
8.      Frustasi disebabkan tidak jalannya aktivitas sehari-hari
9.      Menjadi bosan karena banyak hal yang diulang-ulang.

Ø  Sedangkan bisa di kategorikan masalah anak berbakat berdasarkan subjeknya antara lain:
1.      Masalah dan Dampak Bagi Individu
a.       kecepatan perkembangan kognitif yang tidak sesuai dengan perkembangan dan kekuatan fisik, sehingga terjadi kesenjangan di antara keduanya, dapat menimbulkan perasaan tidak adekuat pada diri anak.
b.      Perkembangan kognitif anak berbakat lebih cepat dari teman seumurnya, sehingga menimbulkan kebosanan terhadap pengajaran reguler, kesulitan hubungan sosial.
c.       Kemapuan anak berbakat untuk menyerapdan menghimpun informasi yang tidak diimbangi dengan perkembangan emosi dan kesadaran dapat menimbulkan ketidakstabilan perkembangn emosi.
2.      Masalah dan Dampak Bagi Keluarga
Orang tua yang tidak memahami dan menyadari potensi yang dimilki anaknya cenderung tidak peduli dan merespon prilakunya.

           






Kamis, 17 Desember 2015

Pengharapan semu

Hobi, cita-cita, keinginan, harapan,
Bagaimana jika dihalangi?
Dibohongi, penghinaan, pengharapan semu.
Mereka datang bersamaan
Kesedihan, penyesalan, emosi yang membuncah.
Memenuh sesakan ruang hati
Kau tidak tahu betapa sulitnya.
Sulit untuk mengucapkan
“IYA”
Sulit memercayai sepenuhnya
Rumit untuk membicarakannya
Apakah kau tahu perasaanku?
Pernahkah sekali saja kau tulus padaku?
Kau pikir aku kamus bagimu?
Terbesit bahwa diriku kalkulator saku?
Aku bukan matahari.
Yang menyinari bumi secara cuma-cuma
Kemanakah semangatmu ?
Menguapkah?

Penyiksa relung hati

Sebuah helaan kecil meluncur.
Kuharap helaan itu membawa semuanya.
Membawa semua masalah.
Yang berkecamuk dalam relung hati.
Hati, pikiran, juga jiwa. Batin tertekan atas ini.
Apakah kepalaku akan pecah?
Pedih, sedih, bingung, marah.
Aku kesal akan sikap itu.
“PROTEKSI. KETIDAK JELASAN!”
Ingin sekali aku memakimu.
Ingin rasanya kuungkap semua sandiwara.
Tetapi apa, aku tak bisa, tak sanggup. Tidak
Aku ingin ada seseorang yang baik.
Aku ingin tahu, merasakan, sebuah kepercayaan.
Aku iri akan kasih sayang itu
“AKU MENGINGINKANNYA! KUMOHON...”
Sekali, satu kali saja. Adakah yang ingin melihat diriku?
Hatiku sepi, aku merasa sendiri, sebuah tempat di sana, kosong.
Tuhan... bisakah Engkau berikan satu kesempatan saja untukku?
Aku tidak akan bisa mebiarkan bulir ini
Akupun juga tak sanggup juga menahan,
Bulir air mata yang merobek hati.

Garis yang menghilang


Ketika mata hati terkunci. Terpusat pada satu arah
Mata tak berpaling darinya.
Tentu. Lisan hati dan pandanganpun begitu
“BERTOLAK!”
Mengapa, apakah matamu berharap?
Apakah batin terpekik nyaring? Entahlah.
Dalam hati, pikiran juga jiwa.
Bisakah kau menebak isi kepalaku?
“Kau tak bisa. Kau tidak TAHU!”
Terpatri sebuah lintang keraguan.
Semburat garis kegelisahan terlukis jelas
Keraguan itu menghapus keramahan.
Menghilangkan garis senyuman
menghancur serpihan kasih sayang
“MENGHILANG!”
Aku sangat membenci itu. Ingin sekali aku menarik kebenaran
Membunuh dusta. Yah... hingga hancur
Seperti torehan pensil yang menghilang
Kemanakah kehangatan itu?
Menjelma kaku. Dingin

Virus HIV Menyebar Pada Masyarakat Bengkulu


Kita sering mendengar pemberitaan dari berbagai media media massa maupun media elektronik tentang penyakit yang disebabkan oleh virus. Namun, kita tidak mengetahui apa itu virus. Maka dari itu kita akan membahas apa itu virus dan sejarah virus terlebih dahulu.
Istilah virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Virus pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman bernama Adolf Mayer, pada tahun 1883 ketika sedang meneliti penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau. Penyakit mosaik tersebut menyebabkan bercak-bercak pada daun tembakau sehingga menghambat pertumbuhan tanaman tembakau, oleh karena itu disebut “mosaik”. Adolf Mayer berhasil memindahkan penyakit tersebut dari tanaman yang sakit ke tanaman yang masih sehat dengan menyemprotkan getah yang diekstraksi dari daun tanaman sakit ke daun tanaman sehat. Tanaman sehat itu pun menjadi sakit.
Melalui pengamatan di mikroskop, Mayer tidak dapat melihat bakteri penyebab penyakit tersebut. Mayer menduga bahwa penyakit mosaik tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya, yang tidak dapat diamati oleh mikroskop biasa.
Satu dasawarsa kemudian (tahun 1892), seorang ilmuwan Rusia bernama Dimitri Ivanowsky melakukan percobaan dengan menyaring getah tanaman tembakau berpenyakit dengan saringan yang didesain khusus digunakan untuk menyaring bakteri. Kemudian hasil saringan tersebut ditularkan pada tanaman sehat. Ternyata, filtrat masih menimbulkan penyakit mosaik pada tanaman yang masih sehat, seperti halnya Mayer, Ivanowsky berkesimpulan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri patogenik yang sangat kecil atau bakteri penghasil toksin yang dapat melewati saringan bakteri.
Pada tahun 1897, seorang ahli Botani Belanda bernama Martinus Beijerinck melakukan eksperimen yang membuktikan bahwa agen penginfeksi yang terdapat dalam getah tembakau dapat berkembang biak. Beijerinck menyemprot getah yang telah disaring ke tanaman lainnya. Setelah tanaman tersebut sakit, maka getahnya digunakan untuk menginfeksi tanaman berikutnya, dan seterusnya hingga beberapa kali pemindahan. Ternyata, kemampuan patogen tersebut tidak berkurang setelah beberapa kali pemindahan. Berbeda dengan bakteri, agen penginfeksi tersebut tidak dapat dikembangbiakkan dalam medium nutrisi di dalam cawan perti dan tidak dapat dinonaktifkan dengan alkohol. Beinjerinck memperkirakan bahwa penginfeksi tersebut adalah partikel yang lebih jauh, lebih kecil dan lebih sederhana daripada bakteri. Ia menyebutnya sebagai virus lolos saring (Filterabel Virus).
Pada tahun 1935, seorang ilmuwan Amerika, Wedell Stanley, berhasil mengkristalkan partikel penginfeksi tanaman tembakau tersebut, yang kemudian dikenal dengan nama Tobacco Mosaic Virus (TMV).
Setelah kita mengetahui pengertian dan sejarah virus, kemudian kita akan membahas akibat dan salah satu virus yaitu HIV, yang paling sering kita dengar terutama masyarakat Bengkulu.
Akibat dari virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dari genus Lentivirus, famili Retroviridae, subfamili Lentivirinae yang menyerang limfosit T CD4 yaitu terjangkitnya penyakit AIDS (Acquired Immunization Deficiency Syndrome) yang merupakan hilangnya sistem kekebalan tubuh. Penyakit AIDS pertama kali dilaporkan di Amerika pada tahun 1981, sedangkan isolasi virus dilakukan pada tahun 1983.
Sebelum kita mengetahui perjalanan infeksi virus HIV, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu bagaimana virus bereproduksi.
Virus bereproduksi atau berkembang biak yaitu dengan cara replikasi (perbanyakan diri) di dalam sel inang energi sdan bahan untuk sintesis protein virus berasal dari sel inang. Asam nukleat virus membawa infomasi genetik untuk menjadikan semua makromolekul pembentuk di dalam sel inang sehingga virus baru yang terbentuk memiliki sifat yang sama dengan virus induk. Ciri yang dapat menunjukkan bahwa virus dapat bereproduksi adalah begitu berinteraksi dengan sel inang, virion akan pecah dan terbentuk partikel-pertikel turunan virus. Keberhasilan virus dalam bereproduksi bergantung pada jenis virus dan kondisi ketahanan sel inang.
Reproduksi virus terdiri atas lima tahap, yaitu tahap adsorpri, tahap penetrasi, tahap sintesis (eklifase), tahap pematangan dan tahap lisis.
1.Tahap Adsorpri
Virion (partikel lengkap virus) menempel pada bagian reseptor spesifik sel iang dengan menggunakan serabut ekornya. Reseptor merupakan membran khusus pada sel inang yang dapat berinteraksi dengan virus. Molekul-molekul pada setiap virus berbeda-beda, dapat berupa protein untuk Picornavirus,atau oligosokarida untuk Orthomixovirus dan Paramyxovirus. Ada atau tidaknya reseptor virus menentukan patogenesitas virus (mekanisme infeksi dan perkembangan penyakit).
2.Tahap Pernetrasi
Pada tahap penetrasi selubung ekor berkontraksi untuk membuat lubang yang menembus dinding sel. Selanjutnya menginjeksi materi genetiknya ke dalam sel inang sehingga kapsid virus menjadi kosong (mati).
3.Tahap Sintesis (Ekligase)
Pada tahap sintesis, DNA sel inang ihidrolisis dan dikendalikan oleh materi genetik virus untuk membuat asam nukleat(salinan genom) dan protein komponen virus.
4.Tahap Pematangan
Hasil sintesis berupa asam nukleat dan protein dirakit menjadi partikel-partikel virus yang lengkap sehingga terbentuk virion-viron baru.
5.Tahap Lisis
Fag menghasilkan lisozim, yatu enzim perasak sel inang. Rusaknya sel inang menyebabkan terjadinya osmosis ke dalam sel inang, sehingga sel inang membesar dan akhirnya pecah. Partikel virus baru yang keluar dari sel akan menyerang sel inang lainnya.
Namun virus juga dapat bereproduksi dengan cara litik dan lisogenik.
A.Siklis Litik
Siklus litik terjadi bila pertahanan sel inang lebihlemah dibandingkan daya infeksi virus sehingga tahap adsorpri, penetrasi, sintesis pematangan dan lisis dapat berlangsung secara cepat. Virsu yang dapat bereproduksi dengan siklus litik disebut virulen. Pada siklus litik sel inang akan pecah dan mati serta terbentuk virion-virion baru.
Siklus Lisogenik
Siklus lisogenik terjadi apabila sel inang memiliki pertahanan yang lebih baik dibandingkan daya infeksi virus sehingga sel inang tidak akan segera pecah, bahkan dapat bereproduksi secara normal (membelah diri). Pada siklus lisogenik terjadi replika genom virus tetapi tidak menghancurkan sel inang. DNA Fag berinteraksi dengan sel inang dan membentuk profag. Bila sel inang yang mengandung profag membelah diri untuk bereproduksi, maka profag dapat diwariskan kepada kedua anaknya.
Profag di dalam sel anak inang dapat menjadi aktif dan keluar dari kromosom sel inang untuk memasuki tahap-tahap dalam siklus litik. Virus yang dapat bereproduksi dengan siklus lisogenik dan litik disebut virus temperat.
Kemudian perjalanan infeksi virus yang sangat khas, yaitu membutuhkan waktu yang cukup lama (sepuluh tahun), mulai dari stadium infeksi primer, penyebaran virus ke organ limfoid, masa laten klinik, timbulnya ekspresi HIV, penyakit klinik dan kematian. Kematian biasanya terjadi setelah dua tahun timbul penyakit klinik, ditandai dengan tidak adanya respon imun terhadap semua infeksi patogen. Gejala yang dapat dilihat antara lain diare kronis, penurunan berat badan, rasa lelah, demam, sesak napas dan bercak putih pada lidah. Sedangkan gejala yang ditimbulkan virus HIV antara lain, sakit serupa flu yang singkat, diare kronis, kehilangan berat badan yang signifikan, kelenjar getah bening yang membengkak, berkurangnya jumlah keping darah yang menyebabkan kehilangan banyak darah, berkembangnya kanker kulit (Koposi’s sarcoma), berkeringat pada malam hari kerusakan pada otak, yang menyebabkan kehilangan ingatan serta kemampuan untuk berpikir dan berbicara, rasa demam, rasa lemah, sesak napas dan bercak putih pada lidah.
Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita AIDS atau orang yang positif HIV, penggunaan jarum suntik bekas pengguna narkoba, tranfusi darah yang tercemar HIV dan ibu yang positif HIV yang menularkan kepada anak yang dikandungnya. AIDS tidak menular dengan sentuhan biasa, misalnya dengan berjabat tangan dengan penderita, persinggungan kulit, gigitan nyamuk, mencoba pakaian di toko, penggunaan toilet bersama, memegang alat minum atau memegang gagang telepon, berenang di kolam renang umum, udara terbuka dan makanan.
Cara mencegah agar tidak terkenanya virus HIV, yaitu dengan tidak melakukan hubungan seksual dengan penderita AIDS atau orang yang positif HIV, tidak menggunkan jarum suntik bekas pengguna narkoba, tidak menerima tranfusi darah yang tercemar HIV. Agar kita tidak melakukan hubungan seksual dengan penderita AIDS atau orang yang positif HIV. Kita harus hati-hati dalam pergaulan yang bebas, apalagi apalagi saat ini banyak sekali orang yang melakukan itu untuk kesenangan sendiri, tidak mengetahui apa akibatnya. Untuk jarum suntik kita harus mengetahui apakah jarum suntik itu bekas atau tidak karena apabila jarum suntik itu bekas maka penyakit yang ada pada manusia akan melekat pada jarum dan menularkannya pada orang lain yang memakai jarum itu. Jadi kita harus lebih berhati-hati lagi dalam memakai jarum.
Kemudian kita harus lebih berhati-hati lagi dalam menerima tranfusi darah karena darah yang didonorkan kepada seseorang belum tentu darah itu bebas dari virus. Apalagi orang yang mendonorkan darah itu terkena virus HIV maka orang yang menerima tranfusi darah itu terkena virus HIV.
Penularan HIV dapat terjadi melalui beberapa faktor. Misalnya sebagai berikut :
1.Berhubungan Seksual Dengan Penderita AIDS Atau Orang Yang Positif HIV.
Buasanya yang sering melakukan hubungan seksual secara bebas adalah kebanyakan anak-anak remaja. Mereka melakukan hubungan seksual itu dikarenakan mereka hanya ingin untuk kesenangan semata dan tidak pernah memikirkan akibatnya. Apalagi mereka melakukan itu dengan seseorang yang telah terkena virus HIV, jelas saja virus yang ada pada orang itu akan menular.
2.Penggunaan Jarum Suntik Bekas Pengguna Narkoba
Penularan HIV dapat melalui jarum suntik dikarenakan jarum suntik tersebut telah digunakan pengguna narkoba atau orang yang positif terkena HIV kemudian disuntikkan kepada orang yang belum terkena HIV jadi otomatis virus yang ada di tubuh orang pengguna narkoba itu menular ke orang yang belum terkena HIV melalui jarun suntikan tersebut. Karena virus HIV melekat pada jarum suntikan tersebut.
3.Tranfusi Darah Yang Terkena HIV
Bicara tranfusi darah dilakukan itu dikarenakan kekurangan darah. Namun tranfusi darah dapat menimbulkannya terkena virus HIV. Karena apabila darah yang didonorkan itu adalah darah yang telah terkena virus HIV, maka orang yang enerima darah itu jelas saja terkena virus HIV.
4.Ibu Positif HIV Yang Menularkan Kepada Bayi Yang Dikandungnya
Virus HIV bisa juga tertular dari ibu yang terkena virus HIV kemudian mengandung seorang anak. Dan kemudian virus HIV yang ada pada ibu itu akan menular pada anak yang dikandungnya itu, melalui darah pada ibu itu.
Virus HIV tidak akan menular melalui sentuhan biasa, misalnya berjabat tangan dengan penderita, persinggungan kulit, misalnya tersenggol dengan penderita, gigitan nyamuk walaupun nyamuk itu telah mengigit orang yang terkena virus HIV kemudian mengigit orang yang belum terkena virus, menciba pakaian di toko, penggunaan toilet bersama, memegang alat minum atau gagang telepon, berenang di kolam renang umum walaupun kolam itu telah dipakai berenang oleh orang yang terkena virus HIV, udara terbuka juga makanan.
Ada beberapa cara untuk mencegah agar tidak terkena virus HIV, yaitu sebagai berikut :
  1. Tidak melakukan hubungan seksual dengan penderita AIDS atau orang yang positif AIDS. Agar kita tidak melakukann hubungan seksual secara bebas dengan penderita AIDS atau orang yang positif HIV kita harus berhati-hati dalam pergaulan bebas, apalagi banyaknya kejahatan seksual yang ada.
  2. Kita harus berhati-hati dalam menggunakan jarum suntikkarena kita jangan sampai menggunakan jarum suntik bekas pengguna narkob apalagi orang yang telah terkena virus HIV. Karena jarum suntik dapat menularkan virus HIV.
  3. Kita juga harus lebih berhati-hati dalam tranfusi darah yang dilakukan pada kita apabilakekurangan darah baik itu karena kecelakaan maupun yang lainnya.
  4. Pemberian vaksin
Agar kita tidak tertular virus HIV maka perlu diberikan vaksin untuk menjaga kekebalan tubuh.
  1. Pemberian pengetahuan pada masyarakat tentang HIV
  2. Dan juga menghindari pemakaian alat cukur bersama di tukang cukup.

Hutan Gundul






Tidak asing lagi, jika kita amati lagi di sekitar lingkungan kita, sudah banyak hutan gudul yang sering kali kita mendengar berita hutan gundul. Baik melalui radio maupun televisi. Bahkan hutan gundul dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hutan gundul terjadi dimana-man namun biasanya terjadi di dataran tinggi seperti daerah pegunungan. Di pegunungan terjadi hutan gundul dikarenakan di pegunungan masih banyak tumbuh pohon-pohon yang tumbuh subur dan lebat. Oleh sebab itulah di pegunungan sering terjadi di daerah dataran tinggi. Apabila di daerah Indonesia hutan gundul di Indonesia tidak asing lagi karena banyak faktor-faktor yang menyebabkannya baik yang disadari manusia maupun yang tidak disadari manusia. Baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Tetapi banyak manusia yang menyadari dari pada yang tidak menyadari. Tanpa mengetahui sebab yang akan mereka dapatkan dari hutan yang gundul itu atau sebab dari penebangan pohon di hutan tersebut. Manusia adalah faktor utama penyebab dari terjadinya hutan gundul dikarenakan ada manusia yang bermata pencaharian sebagai tukang kayu. Dari sanalah mereka menfaatkan hutan sebagai mata pencaharian mereka dengan menebangi pohon lalu diolah menjadi berbagai alat rumah tangga, seperti kursi, meja, lemari dan masih banyak yang lainnya. Tanpa adanya hutan tidak akan orang yang membuat kerajinan tangan dari kayu. Tapi, salahnya mereka adalah tidak melakukan penanaman lagi setelah melakukan penebangan. Oleh karena itulah hutan yang semula hijau kini menjadi gundul.
Hutan gundul akan menjadikan lingkungan di sekitar hutan gersang dan panas. Gersang dalam hal ini, gersang menyebabkan lingkungan menjadi tidak sejuk dan damai lingkungan dan juga pastinya banyak debu-debu yang berterbangan yang akan menyebabkan timbulnya penyakit seperti batuk. Panas ini bukanlah panas yang biasa tapi panas yang sangat panas, yang bisa membakar kulit kita, dan juga menimbulkan keringat yang sangat berlebihan. Di karenakan panas maka keadan ini juga akan mengakibatkan keringnya sumber-sumber mata air.
Hutan gundul juga mengakibatkan resapan air berkurang, dikarenakan batang-batang dan akar pohon tidak berfungsi lagi untuk menyerap air ketika hujan deras disaat inilah biasanya terjadi bajir dan longsor. Banjir terjadi karena air hujan tidak bisa lagi ditahan oleh hutan-hutan yang pohonnya yang tidak ada lagi. Air hujan lama kelamaan akan meluap dan akhirnya terjadi banjir.
Hutan gundul juga menjadikan pemandangan yang tak asri lagi karena pemandangan dari hutan yang telah gundul mejadi lingkungan yang terlihat gersang yang tidak akan terlihat menghijau seperti hutan yang dahulu. Pemandangan yang menghijau kini telah menjadi pemandangan yang sangat memprihatinkan. Dulu hutan yang penuh kedamaian dan kesejukan kini telah menjadi tandus.
Hutan gundul terjadi kapan pun dan di mana pun. Penebangan secara liar dimanfaatkan oleh orang-orang yang biasanya tidak memiliki pekerjaan tetap. Dari pohon yang telah ditebang mereka bisa membuat atau menjual hasil tebangan mereka kepada tukang bangunan. Dan membuat berbagai jenis kreasi atau kerajinan dari pohon-pohon tersebut.
Faktor lain yaitu dengan cara ladang berpindah-pindah. Tidak asing lagi ladang berpindah-pindah. Banyak sekali masyarakat pegunungan yang bermata pencaharian sebagai petani. Jika tidak memanfaatkan hutan mereka tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya. Tapi mereka melakukan lahan berpindah-pindah yang sebenarnya tidak diboehkan karena ladang berpindah juga bisa menyebabkan terjadinya hutan gundul. Banyak orang yang tergantung pada hutan, tapi mereka tidak menjaga kelestarian akan hutan. Maka banyak orang yang melakukan ladang berpindah, maka dari itu juga hutan gundul akan semakin meluas. Contoh ladang berpindah : ada seorang petani kopi di sekitar lingkungan pegunungan melakukan ladang berpindah dengan cara pembuatan kebun kopi dikarenakan kebun kopi miliknya yang telah bertahu-tahun tidak mendapatkan buah yang banyak. Maka dari itu petani ini membuat lagi kebun kopi yang lain. Masih banyak lagi contoh yang lain.
Hutan gundul juga bisa disebabkan oleh kebakaran hutan. Kebakaran itu disengaja maupun tidak disengaja. Jika kebakaran itu disengaja oleh seseorang mungkin seseorang itu memang menginginkan hutan gundul terjadi, jika tidak disengaja misalnya ada seseorang yang membuang bekas rokok yang masih ada apinya di sebuah hutan yang ada rumput keringnya. Dari rokok yang masih ada apinya tersebut bisa saja api itu menyebar ke rumput yang kering. Dengan menyebarnya api itu makin lama makin besar dan terjadilah kebakaran hutan. Dari kebakaran hutan maka akan menjadikan juga hutan gundul.
Hutan yang gundul akan berakibat fatal bagi manusia itu sendiri dan mahkluk hidup lainnya yang berada di hutan. Mahkluk hidup yang ada di hutan akan mati jika hutan tidak ada lagi, karena hutan adalah tempat tinggal bagi mahkluk hidup, seperti hewan-hewan yang hampir punah.
Pemarintahan mendorong agar masyarakat gemar melakukan penanaman kembali untuk pelestarian hutan dan lahan, juga peningkatan ekonomi mereka. Tapi kebanyakan dari masyarakat setelah melakukan penebangan pohon membiarkan bigitu saja dan tanpa dilakukan penghijauan kembali sehingga lahan menjadi kritis.
Hutan gundul bisa mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor. Diakibatka karena air tidak bisa lagi diserap oleh tanah. Perlahan-lahan hewan meninggalkan hutan dikarenakan tidak ada lagi yang bisa mereka makan, tidak ada lagi tempat mereka tinggal. Berkurangnya oksigen karena tumbuhan dan pohon-pohon tidak ada lagi. Tumbuhan-tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk kita bernapas pada siang hari, dan mengeluarka karbondioksida pada malam hari. Tumbuhan-tumbuhgan atau pohon-pohon sangat berperan penting bagi kehidupan mahkluk hidup. Akibatnya lagi adalah berkurangnya sumber daya alam, baik hayati dan nonhayati. Dan terakhir terancamnya ekosistem dan tumbuhan juga beberapa hewan yang hampir punah atau sudah langka. Kepunahan itu dikarenakan faktor hutan juga. Ada pun hewan yang hampir punah seperti komodo, badak bercula satu, gajah dan orang utan, masih banyak lagi contoh lainnya.
Hutan gundul juga akan mengakibatkna punahnya tumbuhan-tumbuhan yang sudah jarang sekali kita lihat seperti bunga rafflesia, anggrek, dan lain-lain. Hutan gundul akan tidak ada lagi jika kita melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan-hutan yang telah gundul dengan penghijauan.
Dinas kehutanan berata “kami tahun ini akan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan sekitar 5.680 hektare. Degan melakukan penanaman pohon sama dengan investasi jangka panjang, tapi ada syarat-syaratnya, misalnya dilihat dari kemiringan lahan yang ada surat resmi dari pemerintah yang membenarkan lahan itu punya warga yang bersangkutan. Siapa pun warga dapat membuat surat izin penebangan. Tapi penebangan yang baik dan tidak merugikan bagi makhluk hidup yang ada di hutan,” ujarnya.
Hutan gundul adalah masalah serius yang ada disebagian wilayah Indonesia. sebaiknya masalah ini kita selesaikan masalah ini dengan cara hukum. Dengan cara memberikan sanksi orang yang melakukan penebangan hutan secara liar. Dan sebaiknya dinas kehutanan turun ke hutan-hutan yang masih ada pohonnya supaya tidak terjadi lagi hutan gundul. Jika dengan sanksi hukum masih juga terjadi penebangan pohon, maka sebaiknya memberikan lagi hukuman yang lebih berat lagi. Misalnya dengan hukuman penjara, juga hukuman dengan meminta uang sebanyak pohon yang mereka tebangi.
Menteri kehutanan juga berpendapat bahwa “Hutan gundul juga terjadi karena faktor manusia, yang bisa menjadikan hutan gundul itu kembali hijau adalah manusia itu sendiri. Jika manusia tidak akan sadar akibat dari terjadinya hutan gundul maka sampai kapan pun hutan gundul akan terjadi. Tapi jika manusia sadar hutan yang gundul akan kembali lagi menghijau. Kami dari menteri kehutanan akan kembali melakukan penanaman pohon-pohon untuk melakukan penghijauan di sebagian wilayah. Penghijauan akan terjadi jika tidak ada kendala dari luar,” ujarnya.
Hutan gundul bisa diatasi dengan cara penghijauan, tidak ada lagi cara lain selain penghijauan dengan cara menanam kembali pohon-pohon. Jika telah melakukan penghijauan, maka akan terhindar dari musibah-musibah yang akan terjadi. Penghijauan terjadi bila manusia menyadari akan musibah yang akan terjadi. Jika hutan gudul terus menerus terjadi berarti penghijauan dan upaya-upaya yang lainnya juga tidak akan berhasil dalam menyelesaikan masalah hutan gundul yang terjadi di wilayah Indonesia.
Hutan gundul yang terjadi di dataran tinggi dinilai menjadi penyebab utama banjira yang terus melanda kawasan yang ada. Keadaan hutan gundul dinilai tidak mampu menahan air agar meresap ke tanah, sehingga langsung mengalir ke sungai dan menimbulkan luapan di daerah muara. Keadaan hutan yang mulai menyempit dinilai menimbulkan air langsung mengalir dan membawa material berupa butiran tanah yang justru menambah pendangkalan sungai yang ada. Akibatnya luapan air tidak terbendung karena ada endapan lumpur. Karena itulah dengan gemar menanam pohon tentu bisa memanfaatkan cukup besar bagi kehidaupan manusia, juga dapat mengantisipasi pemanasan global. Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Pemerhati lengkungan hidup Ganda Simanjuntak mengatakan “Menurut saya mau ada izin, mua tidak ada izin yang jelas penebangan ini sudah membuat hutan terancam semakin gundul dan akan terjadi kerusakan lingkungan yang sangat berbahayabagi kehidupan warga, sebab dapat menimbulkan bencana. Dan seharusnya hutan yang ada saat ini lebih dilestarikan dan dipelihara untuk ,menjagakerusakan lingkungan. Kita harus menjaga lingkungan bukan bukan merusak lingkungan. Sebaiknya pemerintah daerah melarang warganya agar tidak jor-joran melakukan penebangan hutan, bukan malah memberikan izin untuk melakukan penebangan hutan, hal ini sangat berbahaya sekali. Pemerintah daerah tidak mempertimbangkan efek dari kerusakan lingkungan dari penebangan hutantersebut. Kami minta warga kedepan bisa melakukan penanaman pohon guna pelestarian alam dan kesejahteraan juga dapat mencegah bencana alamseperti banjir, longsor, dan kekeringan,” ujarnya.
Hutan gundul tidak akan terjadi jika masyarakat melakukan penebangan pohon diharapka segera menanam kembali pohon untuk mencegah kerusakan hutan dan lahan. Dan masyarakat juga harus meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan alam memahami atas apa yang akan terjadi jika hutan semakin gundul, juga bencana alam yang akan terjadi ini contoh hutan gundul.