Anak berbakat
Pada umumnya,
banyak anak atau orang-orang seusia kita yang ingin menjadi “Si Genius”. Secara
psikologis anak berbakat memiliki kemampuan emosi yang unggul dan secara sosial
pada umumnya mereka adalah anak-anak yang populer serta lebih mudah diterima
(Gearheart, Heward,1980). Karena, mayoritas anak berbakat yang memiliki
kelebihan khusus akan menjalani tumbuh kembang yang berbeda dibanding anak
seusianya. Ada juga yang berpendapat bahwa; Anak berbakat ialah anak yang
menunjukkan fakta adanya kemampuan penampilan yang tinggi dalam bidang-bidang
seperti intelektual, kreatif, seni, kapasitas kepemimpinan, atau bidang-bidang
akademik khusus, dan yang memerlukan pelayanan-pelayanan atau aktivitas yang
tidak biasa disediakan oleh sekolah biasa agar tiap kemampuan berkembang secara
penuh (Clark, 1983 : 5).
Perkembangan
anak berbakat bisa dilihat saat anak usia dini. Ketika berusia 0-2 tahun, dia
lebih suka memainkan mainan untuk anak usia 6-7 tahun. Ada pula anak berumur 3
tahun saat bermain seperti anak seusianya, saat membaca seperti anak usia 10
tahun, saat mengerjakan soal matematika seperti anak berusia 12 tahun dan
berbicara seperti anak usia 5 tahun. Yang perlu dipahami adalah bahwa anak berbakat
umumnya tidak hanya belajar lebih cepat, tetapi juga sering menggunakan cara
yang berbeda dari teman-teman seusianya. Di samping itu, anak berbakat istimewa
biasanya memiliki kemampuan menerima informasi dalam jumlah yang besar
sekaligus. Jika ia hanya mendapat sedikit informasi, maka ia akan cepat menjadi
“kehausan” akan informasi. Hal ini tidak jarang membuat guru di sekolah
mengalamai kesulitan, bahkan sering merasa terganggu dengan anak-anak seperti
itu.
Anak berbakat secara umum dipandang sebagai
seorang yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi. Kecenderungan yang
terjadi pada anak berbakat adalah ketertarikan pada hal yang rumit seperti
matematika, sains dan musik adalah contoh umum dari kemampuan anak berbakat.
Agar kita bisa lebih mengetahui seperti apa anak berbakat, berikut beberapa ulasannya:
A. Persyaratan Anak
Berbakat
1. High Potential
Ability (Kecerdasan Tinggi) Standard yang ditetapkan untuk anak berbakat oleh
Diknas tahun 2003 adalah 140 . Kalau hasil tes menunjukkan IQ anak mencapai 140
ke atas, maka anak itu otomatis disebut gifted child. Tetapi kemudian muncul
pembagian tertentu untuk anak berbakat dilihat dari IQnya. Keberbakatan ringan
(IQ 115 – 129), keberbakatan sedang (IQ 130 – 144), keberbakatan tinggi (IQ 145
ke atas).
2.
Task Commitment adalah sejauh mana tanggung
jawab dalam meyelesaikan tugas. Tidak hanya tugas dari sekolah tapi juga tugas
di rumah. Task commitment dapat diukur melalui tes tertentu yang hanya boleh
dilakukan oleh psikolog. Task commitment ini mencakup tanggung jawab, motivasi,
keuletan, kepercayaan diri, memiliki tujuan yang jelas sebelum melakukan
sesuatu dan kemandirian.
3.
Kreativitas bisa diartikan sebagai kemampuan
untuk menciptakan hal-hal baru atau kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi
baru dari yang sudah ada. Kreativitas dapat dinilai dari 4 hal, produk,
pribadi, proses dan pencetus / penghambat. Suatu produk dikatakan kreatif kalau
produk itu baru, berbeda dari yang sudah ada, lebih baik dari yang lain dan
tentu saja berguna. Sifat pribadi kreatif yang lain adalah terbuka pada hal-hal
baru, punya rasa ingin tau yang besar, ulet, mandiri, berani mengambil resiko,
berani tampil beda, percaya diri dan humoris.
Anak berbakat ialah anak yang memiliki
kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat ini dan mengaplikasikan
dalam setiap tindakan yang bernilai. Anak-anak yang mampu mewujudkan ketiga
sifat itu masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan yang luas dan pelayanan
yang berbeda dengan program-program pengajaranyan reguler (Swssing, 1985). Pengertian
lain menyebutkan bahwa anak gifted adalah anak yang mempunyai potensi unggul di
atas potensi yang dimiliki oleh anak-anak normal. Para ahli dalam bidang
anak-anak gifted memiliki pandangan sama ialah keunggulan lebih bersifat bawaan
dari pada manipulasi lingkungan sesudah anak dilahirkan.
B.
Karakteristik Anak Berbakat
1)
Karakteristik Anak Berbakat Istimewa (GIFTED
CHILD)
Anak-anak berbakat istimewa secara memiliki
karakteristik yang khas. Karakteristik ini mencakup beberapa domain penting,
seperti domain intelektual-koginitif, domain persepsi-emosi, domain motivasi
dan nilai-nilai hidup, domain aktifitas, serta domain relasi sosial. Beberapa
karakteristik yang paling sering diidentifikasi terdapat pada anak berbakat
istimewa pada masing-masing domain diatas. Namun, tidak semua anak-anak berbakat
istimewa (gifted) selalu menunjukkan atau memiliki semua karakteristik yang
disebutkan di dalam daftar ini.
2)
Karakteristikintelektual-Kognitif
1.
Menunjukkan atau memiliki ide-ide yang
orisinal, gagasan-gagasan yang tidak
lazim, pikiran-pikiran kreatif.
2.
Mampu menghubungkan ide-ide yang nampak tidak
berkaitan menjadi suatu konsep yang utuh.
3.
Menunjukkan kemampuan bernalar yang sangat
tinggi.
4.
Mampu menggeneralisir suatu masalah yang rumit
menjadi suatu hal yang sederhana dan mudah dipahami.
5.
Memiliki kecepatan yang sangat tinggi dalam
memecahkan masalah.
6.
Menunjukkan daya imajinasi yang luar bisaa.
7.
Memiliki perbendaharaan kosakata yang sangat
kaya dan mampu mengartikulasikannya dengan baik.
8.
Bisaanya fasih dalam berkomunikasi lisan,
senang bermain atau merangkai kata-kata.
9.
Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau
pelajaran yang diberikan.
10. Memiliki daya
ingat jangka panjang (long term memory) yang kuat.
11. Mampu menangkap
ide-ide abstrak dalam konsep matematika dan/atau sains.
12. Memiliki
kemampuan membaca yang sangat cepat.
13. Banyak gagasan
dan mampu menginspirasi orang lain.
14. Memikirkan
sesuatu secara kompleks, abstrak, dan dalam.
15. Mampu
memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam waktu yang bersamaan
dan cepat mengaitkan satu dengan yang lainnya.
3)
Karakteristik Persepsi/Emosi
1.
Sangat peka perasaannya.
2.
Menunjukkan gaya bercanda atau humor yang tidak
lazim (sinis, tepat sasaran dalam menertawakan sesuatu hal tapi tanpa terasa
dapat menyakiti perasaan orang lain).
3.
Sangat perseptif dengan beragam bentuk emosi
orang lain (peka dengan sesuatu yang tidak dirasakan oleh orang-orang lain).
4.
Memiliki perasaan yang dalam atas sesuatu.
5.
Peka dengan adanya perubahan kecil dalam
lingkungan sekitar (suara, aroma, cahaya).
6.
Pada umumnya introvert.
7.
Memandang suatu persoalan dari berbagai macam
sudut pandang.
8.
Sangat terbuka dengan pengalaman atau hal-hal
baru
9.
Alaminya memiliki ketulusan hati yang lebih
dalam dibanding anak lain.
4)
Karakteristik Motivasi dan Nilai-Nilai Hidup
1.
Menuntut kesempurnaan dalam melakukan sesuatu (perfectionistic).
2.
Memiliki dan menetapkan standar yang sangat
tinggi bagi diri sendiri dan orang lain.
3.
Memiliki rasa ingin tahu dan kepenasaran yang
sangat tinggi.
4.
Sangat mandiri, sering merasa tidak perlu
bantuan orang lain, tidak terpengaruh oleh hadiah atau pujian dari luar untuk
melakukan sesuatu (self driven).
5.
Selalu berusaha mencari kebenaran,
mempertanyakan dogma, mencari makna hidup.
6.
Melakukan sesuatu atas dasar nilai-nilai
filsafat yang seringkali sulit dipahami orang lain.
7.
Senang menghadapi tantangan, pengambil risiko,
menunjukkan perilaku yang dianggap “nyerempet-nyerempet bahaya” .
8.
Sangat peduli dengan moralitas dan nilai-nilai
keadilan, kejujuran, integritas.
9.
Memiliki minat yang beragam dan terentang luas.
5)
Karakteristik Aktifitas
1.
Punya energi yang seolah tak pernah habis,
selalu aktif beraktifitas dari satu hal ke hal lain tanpa terlihat lelah.
2.
Sulit memulai tidur tapi cepat terbangun, waktu
tidur yang lebih sedikit dibanding anak normal.
3.
Sangat waspada.
4.
Rentang perhatian yang panjang, mampu
berkonsentrasi pada satu persoalan dalam waktu yang sangat lama.
5.
Tekun, gigih, pantang menyerah.
6.
Cepat bosan dengan situasi rutin, pikiran yang
tidak pernah diam, selalu memunculkan hal-hal baru untuk dilakukan.
7.
Spontanitas yang tinggi.
6) Karakteristik Relasi
Sosial
1.
Umumnya senang mempertanyakan atau menggugat
sesuatu yang telah mapan.
2.
Sulit melakukan kompromi dengan pendapat umum.
3.
Merasa diri berbeda, lebih maju dibanding orang
lain, merasa sendirian dalam berpikir atau pada saat merasakan suatu bentuk emosi.
4.
Sangat mudah jatuh iba, empatik, senang
membantu.
5.
Lebih senang dan merasa nyaman untuk berteman
atau berdiskusi dengan orang-orang yang usianya jauh lebih tua.
C. Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Timbulnya Keberbakatan Seorang Anak
1) Hereditas
Hereditas, adalah faktor yang diwariskan dari
orang tua, meliputi kecerdasan, kreatif produktif, kemampuan memimpin,
kemampuan seni dan psikomotor. Dalam diri seseorang telah ditentukan adanya
faktor bawaan yang ada setiap orang, dan bakat bawaan tersebut juga berbeda
setiap orangnya. Branfenbrenner dan Scarr Salaptek menyatakan secara tegas
bahwa sekarang tidak ada kesangsian mengenai faktor genetika mempunyai andil
yang besar terhadap kemampuan mental seseorang.
2) Lingkungan
Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan anak
berbakat ditinjau dari segi lingkungannya (keluarga, sekolah dan masyarakat).
Lingkungan mempunyai peran yang sangat besar dalam mempengaruhi keberbakatan
seorang anak. Walaupun seorang anak mempunyai bakat yang tinggi terhadap suatu
bidang, tanpa adanya dukungan dan perhatian dari lingkungannya seperti,
masyarakat tempat dia bersosialisasi, keluarga tempat ia menjalani kehidupan
berkeluarga, tempat dia menjalani kehidupan dan mengembangkan keberbakatan itu
dapat membantunya dalam mencapai ataupun memeksimalkan bakatnya tersebut.
F. Dampak dari anak berbakat
Ø Dampak
Positifnya
Prestasi anak berbakat dapat ditinjau dari segi fisik, psikologis, akademik dan sosial.
Prestasi anak berbakat dapat ditinjau dari segi fisik, psikologis, akademik dan sosial.
a.
Prestasi fisik yang dapat dicapai oleh
anak-anak berbakat ialah mereka memiliki daya tahan tubuh yang prima serta
koordinasi gerak fisik yang harmonis (French, 1959). Anak berbakat mampu
berjalan dan berbicara lebih awal dibandingkan dengan masa berjalan anak-anak
normal (Swanson, 1979).
b.
Prestasi psikologis anak berbakat memiliki
kemampuan emosi yang unggul dan secara sosial pada umumnya mereka adalah
anak-anak yang populer serta lebih mudah diterima (Gearheart, Heward,1980).
c.
Prestasi akademik, anak berbakat pada dasarnya
memiliki sistem syaraf pusat (otak dan spinal cord) yang prima. Oleh karena itu
anak-anak berbakat dapat mencapai tingkat kognitif yang tinggi. Menurut Bloom
kognitif tingkat tinggi meliputi berfikir aplikasi, analisis, sintesis,
evaluasi dan kognitif tingkat rendah terdiri dari berfikir mengetahui dan
komprehensif.
Ø Selain memiliki
keunggulan-keunggulan diatas anak-anak berbakat mempunyai dampak dalam
karakteristik yang negative secara umum menurut Swassing yakni:
1.
Mampu mengaktualisasikan pernyataan secara
fisik berdasarkan pemahaman pengetahuan yang sedikit
2.
Dapat mendominasi diskusi
3.
Tidak sabar untuk segera maju ke tingkat
berikutnya
4.
Suka ribut
5.
Memilih kegiatan membaca dari pada
berparfsipasi aktif dalam kegiatan masyarakat, atau kegiatan fisik
6.
Suka melawan aturan, petunjuk-petunjuk atau
prosedur tertentu
7.
Jika memimpin diskusi akan membawa situasi
diskusi ke situasi yang harus selalu tuntas.
8.
Frustasi disebabkan tidak jalannya aktivitas
sehari-hari
9.
Menjadi bosan karena banyak hal yang
diulang-ulang.
Ø Sedangkan bisa
di kategorikan masalah anak berbakat berdasarkan subjeknya antara lain:
1.
Masalah dan Dampak Bagi Individu
a.
kecepatan perkembangan kognitif yang tidak
sesuai dengan perkembangan dan kekuatan fisik, sehingga terjadi kesenjangan di
antara keduanya, dapat menimbulkan perasaan tidak adekuat pada diri anak.
b.
Perkembangan kognitif anak berbakat lebih cepat
dari teman seumurnya, sehingga menimbulkan kebosanan terhadap pengajaran
reguler, kesulitan hubungan sosial.
c.
Kemapuan anak berbakat untuk menyerapdan
menghimpun informasi yang tidak diimbangi dengan perkembangan emosi dan
kesadaran dapat menimbulkan ketidakstabilan perkembangn emosi.
2.
Masalah dan Dampak Bagi Keluarga
Orang tua yang
tidak memahami dan menyadari potensi yang dimilki anaknya cenderung tidak
peduli dan merespon prilakunya.
